Database menyimpan baris (yang diketahui sebagai records). Dalam Notion, baris tersebut sebenarnya adalah laman Notion itu sendiri.
Layout tabel di Notion menampilkan baris database sebagaimana yang sebenarnya disimpan dalam database (karena Notion menggunakan struktur database dengan model tabel dan kolom). Contoh di sini, setiap film menjadi sebuah baris dalam database.
Meski begitu, aku bisa buka setiap barisnya dan Notion page akan ditampilkan seperti yang lainnya:
Halaman-halaman ini bisa membuat tipe konten apapun yang kamu mau – teks, gambar, bahkan database Notion lainnya.
Database juga memiliki Properties. Kamu bisa melihatnya pada bagian paling atas Hot Fuzz page, atau kolom pada table view.
Properties memiliki informasi terstruktur dalam sebuah database dan biasanya mereka sudah diatur sesuai dengan barisnya. Dalam database Movies ini, aku punya dua property:
- Genre – sebuah property Multi-Select – yang memungkinkan untuk mengaplikasikan satu tag atau lebih pada setiap record
- Seen Recently – sebuah property checkbox yang simpel

Properties memiliki beberapa kegunaan. Namun, yang paling hebat yaitu dapat melakukan filter dan sort datamu.
Berikut view lain dari tabel Movies-ku yang hanya menampilkan film yang akhir-akhir ini belum ditonton:

Perlu dicatat ini adalah view lain dari database yang sama. Tabel aslinya tidak memuat filter yang sama.
Catatan: Dengan melihat database yang sama dari view yang berbeda dengan filter yang unik, kita bisa melihat database yang sama dengan cara yang berbeda-beda.
Ini sangat berguna. Anggap sebuah database Notes memuat semua notes di hidupmu. Itu bisa jadi ribuan notes! Tanpa adanya filter, data ini akan sulit untuk diseleksi.
Namun, dengan menggunakan properties, sorts, dan filters, kamu bisa membuat views apapun yang berguna.
- Semua notes dibuat saat akhir bulan
- Notes diberi tag “Fitness”
- Semua notes, sort berdasarkan tanggal terakhir diupdate
- Notes berhubungan dengan projek Vacation di database projek milikmu
- Notes dengan Review Date yang jatuh di minggu selanjutnya
Tanpa database, filter dan sort tersebut tidak memungkinkan diaplikasikan di Notion – yang berarti kamu akan berakhir dengan catatan panjang yang hanya bisa diurutkan dengan drag dan drop baris.
Semoga pengenalan ini bisa menunjukan betapa bergunanya database.
Dari sini, sisa dari panduan yang diberikan menjadi choose-your-own-adventure:
Kamu bisa scroll up ke video tutorial di atas, di mana kita akan membuat task manager yang simpel menggunakan beberapa teknik database yang advance.
Atau, kamu bisa tetap membaca panduan ini yang akan lebih dirincikan tentang fitur-fitur database Notion antara lain filters, sorts, grouping, properties, relations, linked databases, dan lainnya.